TOUR AND TRAVEL

TOUR AND TRAVEL

WISATA BANDUNG KOTA


TRANS STUDIO BANDUNG

Tempat Wisata di Bandung semakin bergairah dengan hadirnya salah satu tempat wisata keluarga di Bandung yang menarik dan fenomenal,yaitu Trans Studio sejak bulan juni 2011 yg lalu.Dinyatakan sebagai kawasan wisata indoor terbesar di dunia karena memiliki tak kurang dari 20 wahana permainan menarik dan dijamin seru seperti Yamaha racing coaster,indosat galaxy vertigo,trans city theatre dan wahana seru lainnya seperti Sibolang the rides.Trans Studio Bandung merupakan kawasan wisata terpadu terlengkap di Bandung dan juga terluas,karena dibangun pada luas areal mencapai 4,2 hektar dengan menghabiskan dana pembangunan yang sangat fantastis hingga 2 trilyun rupiah.Memiliki target kunjungan wisata yang tak hanya wisatawan domestik,Trans studio bandung juga menargetkan kunjungan wisatawan dari mancanegara,sehingga diharapkan target dalam setahun mampu mendatangkan hingga 5 juta wisatawan.Dengan hanya cukup merogoh isi kocek sebesar Rp.170.000 untuk harga tiket masuk trans studio Bandung pada hari-hari biasa atau weekday ( Senin – Jum’at ) dan Rp.270.000 adalah harga tiket masuk ke Trans Studio Bandung pada hari libur atau weekend ( Sabtu – minggu – Hari libur ).Ada satu hal yang menarik dari salah satu tempat wisata di bandung untuk anak ini,yaitu karena begitu padat dan ramainya trans studio Bandung,apabila anda ingin mendapatkan fasilitas Vip Access dan jalur antrian cepat dengan pintu khusus sehingga tidak mengantri,maka dikenakan tambahan Rp.250.000.

REVIEW TRANS STUDIO BANDUNG  :

  • Trans Studio di Bandung adalah salah satu maskot Tempat Wisata di Bandung,terletak di pusat kota Bandung yaitu Jalan Jenderal Gatot Subroto no. 289, Bandung,maka objek wisata kota Bandung ini sangat rekomended untuk anda kunjungi ketika liburan di Bandung.
  • Trans Studio Bandung adalah theme park indoor terbesar di dunia,dengan memiliki wahana yang megah tak kurang dari 20,dan ada beberapa wahana permainan trans studio yang hanya terdapat di 2 negara saja,yaitu indonesia dan amerika yaitu yamaha racing coaster.
  • Trans Studio Bandung yang sebagai pusat wisata terpadu yang ada di kota Bandung, selain terintegrasi dengan Mall di Bandung yang sangat besar yaitu Trans Studio Mall,juga telah dilengkapi dengan 2 hotel berbintang berkelas internasional,yaitu The Trans Luxury Hotel ( Hotel bintang 6 ) dan Ibis Hotel Bandung ( Hotel Bintang 3 ) sehingga apabila ingin bermalam di kota Bandung anda tidak usah beranjak dari sini.
  • Trans Studio Bandung juga dilengkapi dengan pusat wisata kuliner ( makanan dan minuman ).Anda tak perlu repot dan kebingungan apabila berwisata ke sini,karena Tempat wisata di Bandung ini telah difasilitasi dengan The coffee bean & tea leaf, corvette dinner, studio kuring, studio mie hingga studio Steak.
Nah,untuk informasi selengkapnya tentang Tempat Wisata di Bandung Trans Studio Bandung seperti  wahana trans studio bandung, harga tiket trans studio bandung,alamat trans studio bandung, hotel dekat trans studio bandung,hotel trans studio bandung hingga promo trans studio bandung,silahkan buka artikel selengkapnya Trans Studio Bandung di sini : Trans Studio Bandung. Klik di sini : Peta Lokasi Trans Studio Bandung

GEDUNG SATE BANDUNG


BANDUNG - Satu lagi bukti sejarah peninggalan bangsa Belanda yang sampai sekarang masih awet adalah Gedung Sate.  Gedung Sate merupakan gedung tersohor di kota Bandung. Gedung yang menjadi kebanggaan masyarakat Jawa barat diantara gedung-gedung lainnya. Aset sejarah yang usianya mendekati satu abad, atau tepatnya 95 tahun.  Namanya tidak sekedar harum di bibir bangsa Indonesia, tapi juga mewangi hingga ke mancanegara.

Sebagai gedung sejarah peninggalan bangsa Belanda,  Gedung Sate menyimpan banyak sekali kenangan tentang kependudukan bangsa asing di Indonesia sebelum merdeka. Sekaligus, saksi bisu perjuangan rakyat Indonesia mengusir bangsa Belanda dari Indonesia.



Pada awalnya, oleh bangsa Belanda, Gedung Sate dinamakan dengan Gouverments Bedrijven atau Gedung Hebe. Pendirian gedung ini memang ditujukan sebagai kantor pemerintahan bangsa Belanda di Indonesia. Dan, setelah berpindah tangan ke bangsa Indonesia, bangunan ini tetap difungsikan sebagai kantor kantor gubernur Jawa Barat.

Yang unik dari gedung sejarah peninggalan bangsa Belanda ini adalah, ornamen tusuk sate pada puncak menara gedung.  Bila diperhatikan dari dekat, tusuk sate tersebut berisi bola-bola berbentuk jambu air. Konon, bola-bola yang berjumlah enam tersebut melambangkan modal awal pembangunan Gedung Sate itu sendiri di tahun 1920, yakni sebesar enam juta gulden. Dari kejauhan, ornament tersebut memang tampak mirip sekali dengan tusuk sate. Oleh karena itu, di tahun 1960-an bangsa Indonesia mulai mengubah nama Gedung Hebe menjadi Gedung Sate.Berlokasi di Jalan Diponegoro no 22, Kelurahan Cihargeulis, Kecamatan Coblong, Bandung, Gedung Sate berdiri di atas lahan seluas 27.990.859 m2. Setelah bangsa Belanda angkat kaki dari Indonesia, Gedung Sate dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan Jawatan Pekerjaan Umum. Namun pada tahun 1982, fungsinya dialihkan menjadi kantor pemerintahan Jawa Barat atau biasa disebut kantor gubernur.  Tahun 1989, dilakukan renovasi pada beberapa bagian bangunan, terutama di ruangan dinas Gubernur beserta wakilnya di lantai dua.

Ir. J. Berger selaku arsitek Gedung Sate, merancang bangunan ini dengan konsep memanjang dari selatan ke utara dan berporos lurus ke tengah-tengah Gunung Tangkuban Perahu. Bangunan serta lahan yang luas memungkinkan Gedung Sate ditempati oleh beberapa kantor sekaligus. Sebut saja Kantor Pusat Pos dan Giro yang menempati sayap kiri Gedung Sate. Kantor DPRD Provinsi Jawa Barat berada di sayap barat. Sedangkan di sayap timur dan barat terdapat dua ruangan yang berfungsi sebagai aula serba guna.Pada bagian atas gedung terdapat menara yang memiliki teras santai. Rupanya, J. Beger berkiblat pada desain teras di kafe-kafe ternama kota Paris. Dari teras, pengunjung dapat melihat Monumen Perjuangan, Lapangan Gazibu, dan pemandangan di sekitar kota Bandung yang Asri.
Demikian ulasan singkat mengenai Gedung Sate sebagai bukti sejarah peninggalan bangsa Belanda di Indonesia. Semoga menjadi referensi bagi Anda yang membutuhkan.

MUSEUM ASIA AFRIKA BANDUNG




BANDUNG- Berbeda dengan peringatan tahun-tahun sebelumnya, dalam rangka peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) yang ke-59 pada 2014 mendatang, pengelola Museum Konferensi Asia Afrika (KAA), berencana meluncurkan sebuah buku berjudul “KAA di Mata Pelakunya”.


Sulhan Syafi'I, selaku penulis buku “KAA di Mata Pelakunya” mengatakan, buku yang akan diterbitkan bertepatan pada puncak HUT KAA ke-59 pada 24 April 2014 mendatang, akan merekonstruksi seperti peristiwa KAA dari kacamata para pelakunya.



“Ada berbagai peristiwa saat konferensi, suasana serta sisi-sisi humanis saat penyelenggaraan KAA di tahun 1955 lalu. Berbagai kalangan akan mengungkapkan hal-hal menarik yang hingga saat ini belum terungkap,” ucap Sulhan, dalam jumpa pers di Museum K menAA, Jalan Asia Afrika, Jumat (20/12).


Menurut Sulhan, buku yang rencananya dibuat dalam 200 halaman ini, akan melibatkan sekitar 30 narasumber berbagai kalangan yang terlibat langsung dalam KAA tahun 1955 lalu.


“Tim masih terus mencari mereka yang terlibat dalam KAA untuk diwawancarai, yang nantinya bisa memperkaya buku tersebut agar lebih menarik,” katanya.
Sementara itu, Kepala Museum KAA Thomas A Siregar mengharapkan, buku tersebut bisa memberikan pencerahan kepada masyarakat, bahwa banyak yang terlibat dalam KAA pada 59 tahun silam yang tidak diketahui oleh masyarakat.

"Buku KAA di Mata Pelakunya, ini mengajak pembacanya untuk mengetahui bahwa konferensi yang dihadiri oleh 29 negara tersebut telah melibatkan banyak orang dan ini membuktikan bahwa kita mampu untuk menyelenggaran konferensi sebesar itu di tengah-tengah gejolak politik pada waktu itu,” tuturnya.
Menurut Thomas, buku yang rencana peluncurannya akan dilakukan oleh Menteri Luar Negeri Martin Natalegawa, nantinya akan dibagikan ke sekolah-sekolah dan generasi muda.
www.daltranstravel.com. Diberdayakan oleh Blogger.